Departemen Kajian dan Aksi Strategis

Afifah Adila
KEPALA departemen kastrat

Didik Priyo Utomo
WAKIL KEPALA departemen kastrat

Dinda Oktavia Endratno
WAKIL KEPALA departemen kastrat

Deskripsi Bidang

Mahasiswa merupakan seorang terpelajar yang memiliki daya untuk berfikir dan menganalisis dari khazanah ilmu yang telah diserap olehnya. Daya tersebut diasah dan ditempa melalui serangkaian aktivitas pendidikan yang inklusif. Menurut KBBI, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Oleh karena itu, pendidikan sejatinya membentuk karakter yang tercerminkan melalui sikap dan tata laku. Salah satu parameter yang mungkin dapat menilai pendidikan telah berhasil yaitu kepekaan para terpelajar terhadap kondisi sosial, budaya, ekonomi maupun politik yang ada disekitarnya. Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu pahlawan Indonesia dibidang pendidikan, mengartikan pendidikan adalah sebagai upaya untuk memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Dari definisi itu, artinya pahlawan kita telah melihat bahwa pendidikan yang diberikan seharusnya tidak menciptakan kesenjangan antara terpelajar dan masyarakat disekitarnya. Pendidikan justru membentuk seorang terpelajar yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Kemudian, berbagai isu dan masalah yang muncul dari masyarakat harusnya merupakan tanggung jawab seorang terpelajar untuk turut andil dalam berfikir, menganalisis dan ikut menyediakan solusinya. Berbagai metode dapat ditempuh mahasiswa untuk turut andil menyediakan alternatif solusi dan meyakinkan bahwa solusi yang ada perlu diterapkan. Pergerakan merupakan satu kata yang dapat menggambarkan proses mahasiswa dalam menganalisis suatu isu hingga menyampaikan gagasan berupa solusi dari suatu permasalahan. Proses pendidikan yang telah didapatkan oleh mahasiswa telah membuat gerakan yang terbentuk menjadi berbeda, gerakan ini dikenal dengan pergerakan mahasiswa. Pergerakan mahasiswa seyogyanya mencerminkan gerakan moral dan intelektual. Gerakan moral didasarkan pada hati nurani, empati dan tantangan sebagai hasil dari interaksi sosial dengan masyarakat disekitarnya. Kemudian, gerakan intelektual memiliki arti bahwa mahasiswa dituntut untuk melandaskan pergerakannya pada intelektualitas dan pemahaman yang mendalam. Dunia telah berubah menuju era disruptif, dimana setiap hal-hal terdahulu yang langgeng ditantang menghadapi perbaruan dalam berbagai bidang. Pergerakan mahasiswa pasti terkena imbasnya, mahasiswa dituntut untuk melakukan berbagai macam inovasi dalam kemasan pergerakannya agar sesuai dengan perkembangan yang terjadi dimasyarakat dewasa ini. Tantangan ini harus terjawab karena sesuai dengan karakteristik pergerakan mahasiswa yaitu gerakan intelektual. Intelektualitas mahasiswa berguna dalam mencari celah untuk menciptakan pregerakan yang inovatif dan khas. Oleh karena itu, perubahan ini tidak akan menghambat pergerakan yang telah ada, namun justru menyediakan bahan bakar untuk inovasi yang lebih baik. Untuk itu, Departemen Kastrat FMIPA UI memiliki dasar yang kuat untuk menjalankan salah satu amanat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Departemen Kastrat telah memiliki alasan atas eksistensinya dalam pergerakan mahasiswa, sehingga menjadi wadah dan sarana mahasiswa FMIPA UI untuk bergerak, fasilitator dalam diskusi dan pembuatan kajian isu, dan juga fungsi pencerdasan bagi seluruh warga sivitas akademika FMIPA UI. Kemudian, Departemen Kastrat juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk kader-kader penggerak di lingkungan FMIPA UI, sehingga dapat terbetuk suasana pergerakan yang berkelanjutan.